Odoo image and text blockPemberian Cindera Mata kepada Pembicara dalam Seminar Nasional Apoteker Cerdas Pemberian Obat Herbal dan Aplikasi Undang-Undang Kesehatan dalam Dunia Farmasi
Selasa, 24 Mei 2016

Seminar Nasional Apoteker "Cerdas Pemberia Informasi Obat Herbal dan Aplikasi Udang-Undang Kesehatan dalam Dunia Farmasi"

Dewasa ini minat masyarakat terhadap obat dan pengobatan herbal semakin tinggi. Obat herbal adalah bahan atau ramuan yang bisa berupa tumbuhan, hewan, bahan mineral, atau campuran dari semua bahan  yang secara turun – temurun telah digunakan masyarakat untuk pengobatan dan diterapkan sesuai norma yang berlaku di masyarakat. Obat herbal disebut juga sebagai obat alternative, obat alamiah, atau tradisional yang sudah dimanfaatkan sejak lama. Obat herbal merupakan warisan budaya bangsa perlu terus dilestariakan dan dikembangkan untuk menunjang pembangunan kesehatan sekaligus untuk meningkatkan perekonomian rakyat. 
Produksi, dan penggunaan obat herbal di Indonesia memperlihatkan kecendrungan terus meningkat, baik jenis maupun volumenya. Perkembangan ini telah mendorong pertumbuhan usaha di bidang obat  herbal, mulai dari usaha budidaya tanaman obat, usaha industri obat herbal, penjaja dan penyeduh obat herbal atau jamu. Bersamaan itu upaya pemanfaatan obat herbal dalam pelayanan kesehatan formal juga terus digalakkan melalui berbagai kegiatan uji klinik lebih lanjut. 
Dalam menanggapi hal ini maka Pemerintah ( BPOM ) harus memiliki sistem pengawasan obat dan makanan yang efektif dan efisien, mampu mendeteksi, mencegah dan mengawasi produk – produk termasuk melindungi keamanan, keselamatan dan kesehatan konsumen serta secara berkesinambungan mensosialisasikan tentang informasi obat  sehigga konsumen semakin bijak dalam memilih Obat yang aman. 
Agar tercapainya tujuan penggunaan Obat Herbal yang efektif dan aman bagi pasien maka komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien juga sangat memegang peranan penting. ini menjadi suatu catatan bagi tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan obat herbal sehingga masyarakat terlindung dari hal buruk akibat penggunan obat yang berbahaya.   Dengan dikeluarkannya Permenkes RI. No 1109 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer-Alternatif di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Kepmenkes RI. No.121/Menkes/SK/II/2008 tentang  Standar Pelayanan Medik Herbal maka Apoteker/Farmasis sebagai tenaga kesehatan secara tidak langsung  dalam melakukan pelayanan kefarmasian  dituntut untuk menjadi seorang profesional terutama terkait pelayanan farmasi klinik  penggunaan obat herbal.
Berdasarkan uraian diatas maka diselenggarakanlah Seminar Nasional Apoteker dengan tema “Cerdas Pemberian Informasi Obat Herbal dan Aplikasi Undang – Undang Tenaga Kesehatan Dalam Dunia Farmasi” pada hari Sabtu, 21 Mei 2016 yang berlokasi di Auditorium Prof. Dr. Ir. R. Roosseno, Kampus ISTN dengan Pembicara dan Pembahasan yang disampaikan pada seminar kali ini adalah :
  • Dr. Maura Linda Sitanggang, Ph. D : Pemahaman dan Implementasi Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2016 Tentang Tenaga Kesehatan dalam Dunia Farmasi
  • Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt : Sikap Asosiasi Profesi Terhadap Undang – Undang Tenaga Kesehatan Yang Sudah Terlaksana
  • Dr. Abdul Mu, im, Msc. Apt : Peran Farmasis Terkait Pelayanan Farmasi Klinik Obat Herbal  dan  Pengembangan Obat Herbal Sebagai Salah Satu Potensi Bangsa
  • Dr. Roy Alexander Sparringa, M.AppPeran Badan POM Dalam Melindungi Kosnsumen Sekaligus Mendorong Pemanfaatan Obat Herbal di Dunia Kesehatan
  • dr. Aldin Neilwan, MARS., M. Biomed., M.Kes., SpAk : Pandangan Dokter Terhadap Pemanfaatan Obat Herbal Dewasa ini